Sajak Seorang Anak

Pagi ini,
Remuk tulang terasa di sekujur badan
Memar di setiap inci kulit makin membiru
Bekas tapak tangan Ayah masih jelas perihnya
Dan, cacian kata sumbang masih mengena jelas di kedalaman jiwa

Aku, anaknya
Tak lebih hanya seongok daging di matanya
Dan dia, sosok setan yang menjelma dalam wujud wanita
Yang kini harus kupanggil Ibu
Tertawa tanpa malu di setiap pukul yang melayang ke arahku

Jiwaku merana
Batinku meronta
Raga yang telah kukuatkan mulai melemah

Apakah harus kuakhiri saja?
Dengan menggantungkan tubuh ini pada seutas tali
Atau, mungkin dengan memotong jalur nadi di pergelangan kiri



"Sajak Seorang Anak", adalah sebuah puisi yang sebelumnya telah saya publish di blog saya yang lainnya, klik di sini apabila teman-teman ingin melihatnya.


~IyasCoveRy

Komentar

Yang Sering Dikunjungi

[Resensi Film] - DILAN 1990 (2018), Panglima Tempur yang Tak Jadi Tempur

[Resensi Film] - Sweet 20 (2017), Nostalgia Tembang Lawas

[Psikologi] - Victim Blaming Tendencies pada Korban Pemerkosaan

[Resensi Film] - Analisis Film A Beautiful Mind

[Resensi Film] - LION (2016), Jalebi Mengingatkanku Pulang