Tentang Rasaku

Tentu saja aku tak ingin hidup seperti ini,
Hidup dengan segala rasa menghimpit sesak didada,
Rasa yang telah aku lupa bagaimana rasa sakitnya,

Andaikan kalian semua tahu,
Telah lama tentunya aku ingin lepas dari semua ini,
Lepas dari segala pengekangan yang awalnya aku bangun dengan tanganku sendiri,

Aku mengira semua ini akan baik-baik saja,
Sampai suatu ketika aku merasa benar-benar kehilangan kendali atas kehidupanku,
Kendali untuk tiap jengkal langkah kakiku,

Mungkin kalian ingin tahu,
Mengapa aku memilih jalan ini sebagai pelengkap hidupku,
Aku hanya ingin semuanya lebih baik untukku,
Ya hanya sebatas itu alasan yang bisa aku berikan sebagai pembelaanku,

Aku ingin bebas teman,
Sungguh…
Apakah tak satupun dari kalian yang bisa mengerti hal itu,

Aku ingin menjerit,
Tapi suara itu hanya akan berakhir dikehampaan,
Aku ingin menangis,
Tapi air mata itu telah kering sebelum dia mengalir,
Aku ingin berontak,
Tapi tenagaku hanya akan menyisakan ketidakberdayaan,
Aku ingin marah,
Tapi amarah itu tak bisa meluap karena dia mereda sebelum sampai  pucaknya,

Dan, sampai saat ini aku sudah lupa,
Lupa bagaimana cara untuk menjerit, menangis, berontak dan marah.
Ya, aku telah lupa…


-----------------

"Tentang Rasaku", bagian dari puisi-puisi saya yang sebelumnya pernah saya publish di blog saya yang sebelumnya dan laman facebook saya


~iyasCoveRy

Komentar

Yang Sering Dikunjungi

[Resensi Film] - DILAN 1990 (2018), Panglima Tempur yang Tak Jadi Tempur

[Resensi Film] - Sweet 20 (2017), Nostalgia Tembang Lawas

[Psikologi] - Victim Blaming Tendencies pada Korban Pemerkosaan

[Resensi Film] - Analisis Film A Beautiful Mind

[Resensi Film] - LION (2016), Jalebi Mengingatkanku Pulang