Asmaragama

Senja menua, malam kembali muda
Pada desir hawa kelam yang dingin
Meninggalkan gigil tiada peri

Ragaku jatuh pada dekap hangat
Gerayah lembut menelusup pada celah kerapuhan
Jari dengan belai-belainya bertahta pada kepasrahan
Pelan membawaku pergi jauh dari nyatanya rat

Kecup hangatnya sekilas membawa damai
Menyisakan gigit kecil pada tiap inci yang terjamah
Mejelma noda biru pada basah bibir yang disarangkan

Aku berharap,
Pada kedalaman harap tiada dasar
Agar waktu sudi untuk sekedar beku
Inginku tak muluk
Hanya berharap nikmat tiada batas ini akan tetap terasa
Pada tiap inci kulitku
Pada tiap hela napasku
Pada kedalaman jiwa yang gersang karena lama penantian
Pada diri yang telah akrab dengan sepi


Komentar

Yang Sering Dikunjungi

[Resensi Film] - DILAN 1990 (2018), Panglima Tempur yang Tak Jadi Tempur

[Alih Bahasa] - THE WIND CAVE by HARUKI MURAKAMI

[Resensi Film] - Suicide Squad (2016)

[Resensi Film] - Analisis Film A Beautiful Mind

[Resensi Film] - Sweet 20 (2017), Nostalgia Tembang Lawas