Samakah...

Pernah, kala itu
sesama kita menghabiskan waktu untuk berbagi cerita
pada pagi dan malam kita
pada pejam dan jaga kita
pada sunyi dan ramai kita

Pernah juga, kala itu
sesama kita menautkan kelingking bersama
berikrar perihal kesediaan akan saling menjaga
untuk menjadi benteng perlindungan bagi lainnya

Aku mengira itu akan selamanya
atau akan terjaga sampai habis masa kita
tapi, sebelum bertemu dunia, dia telah tiada
tertelan pada kebisuan yang entah bagaimana bisa ada

Hai, kamu
masihkah sapamu sehangat tempo lalu?
ataukah telah beku layaknya dinding-dinding gua yang berdiri kaku?
dan, kiranya--adakah sisa kicau untuk masing-masing kita?
sekedar kita bagi jika waktu berkenan agar kita bersua.

Komentar

Yang Sering Dikunjungi

[Resensi Film] - DILAN 1990 (2018), Panglima Tempur yang Tak Jadi Tempur

[Resensi Film] - Sweet 20 (2017), Nostalgia Tembang Lawas

[Psikologi] - Victim Blaming Tendencies pada Korban Pemerkosaan

[Resensi Film] - Analisis Film A Beautiful Mind

[Resensi Film] - LION (2016), Jalebi Mengingatkanku Pulang