Untukmu, darimu

Untukmu,
Kemilau terindah di antara para embun fajar

Di matamu terpancar cahaya rumah
Di mulutmu terkandung kata yang tersirat bunda
Di darahmu mengalir doa-doa yang air

Untukmu,
Pemberi sayap-sayap peri

Jadilah musuh yang paling aku benci
Jadilah teman yang paling aku butuhkan
Meski bendera dari api mengibarkan keagungannya
Tetaplah hormat pada sucinya tali kasih

Mawar yang merekah adalah kamu
Senja yang terindah adalah senyum ikhlasmu

Perempuanku,
Denganmu aku bahagia
Denganmu semua ceria

Perempuanku,
Jangan serahkan urusanku padaku
Sendiri




Adalah sebuah simpai aksara yang dituliskan seorang terkasih yang saat ini menjadi tempat berpulang segala rindu yang aku titipkan kepada Sang Boreas. Padanya masih berotasi segala harap, doa, dan ingin yang kian hari semakin membuncah tak tahu diri. Dan padanya, segenap usia yang tersisa ingin kutujukan hanya untuknya--tak lain.


Komentar

Posting Komentar

Yang Sering Dikunjungi

[Resensi Film] - DILAN 1990 (2018), Panglima Tempur yang Tak Jadi Tempur

[Resensi Film] - Sweet 20 (2017), Nostalgia Tembang Lawas

[Psikologi] - Victim Blaming Tendencies pada Korban Pemerkosaan

[Resensi Film] - Analisis Film A Beautiful Mind

[Resensi Film] - LION (2016), Jalebi Mengingatkanku Pulang