Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

[Ulasan Buku] - Vita Brevis, Sebuah Gugatan dari Cinta

Gambar
Judul: Vita Brevis (Sebuah Gugatan dari Cinta) Penerbit: Jalasutra Penulis: Jostein Gaarder Penerjemah: VAM Kaihatu Jumlah Hlm.: 150 ISBN: 979-3684-26-7
Siapa yang tak kenal dengan St. Agustinus, yang merupakan seorang Uskup, filsuf, sekaligus teolog yang mempunyai pengaruh luar biasa pada sejarah perkembangan pemikiran kekristenan pada abad pertengahan, bahkan banyak dari pemikiran yang berkembang pada masa itu adalah berakar dari Agustinus. Tapi, bagaimana jika ada sebuah sejarah baru yang terungkap mengenai santo yang mempunyai pengaruh besar di masanya ini? Apakah penilaian kita akan tetap sama jika kita mengetahui salah satu sejarah kelam orang yang telah disucikan ini? Apakah Agustinus tetaplah seorang Agustinus dengan pemikirannya yang luar biasa, masih dan akan tetap menempati posisi tertentu pada pemikiran para pengikutnya?

[Resensi Film] - PK (2014)

Gambar
Judul Film      : PK (pee-kay) Sutradara     : Rajkumar Hirani Produser       : Vidhu Vinod Chopra, Rajkumar Hirani Penulis          : Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani Pemeran       : Aamir Khan (PK)                       Anushka Sharma (Jaggu)                       Sanjay Dutt (Bhairon) Durasi          : 153 menit Genre           : Komedi, Drama, Fantasi
Apa yang akan kita lakukan jika saat kita berada di kereta api, tiba-tiba ada seseorang yang membagikan sebuah selebaran atau iklan? Mungkin akan biasa saja jika selebaran itu memberitakan sebuah informasi yang berisi hal-hal pada umumnya, seperti iklan rumah, kredit motor, dan lainnya. Tetapi, bagaimana jika selebaran itu berisi sebuah iklan kehilangan dan pencarian Tuhan? Pasti tidak akan menjadi hal yang biasa lagi bukan? Ya, inilah yang dialami oleh Jaggu saat dia menaiki kereta api untuk pergi ke kantornya. Mungkin untuk sebagian besar orang akan mengabaikan isi selebaran ini, tetapi tidak bagi Jaggu, dia melihat satu hal yang is…

[Bukan Puisi] - Tak Bertitel

Siapa yang nantinya akan kehilangan dari ketidakpedulian ini? Apakah pagi yang kerap riuh oleh sapa kita? Apakah siang yang senantiasa mengobati rindu kita meski sesaat? Apakah senja yang selalu ada untuk kita kembali menuai anak-anak rindu yang terlahir? Ataukah, malam yang tak jarang menyelimuti kita dalam doa sebelum pejam?
Adalah perempuan yang pernah kau sebut sebagai perempuanmulah, yang akan merasakan mati pada tiap-tiap waktu yang telah tersebutkan.

[Impresi] - Dialog Pagi di Sebuah Wastafel #1

Pada pagi yang masih dingin, dan juga basah oleh guyuran hujan yang akhir-akhir ini tiada henti mengguyur kota megapolitan yang masih lengang karena sebagian besar penghuninya masih merayakan libur di hari kerja mereka—di sebuah gang yang bermulut pada jalanan, becek dengan sisa hujan yang masih menetes dan terus menetes, juga nampak sepi seperti tak berpenghuni. Sementara itu, di sebuah sudut rumah, pada sebuah wastafel yang menggantung di salah satu dinding dapur yang tak begitu besar, sedang terjadi perbincangan yang riuh. “Aku terlalu lama kotor.” Ucap sebuah wajan kepada piring yang sedang bermalas-malasan. “Bukankah kita semua di sini kotor?” Sahut sebuah sendok teh dari dalam gelas susu yang masih berbekas di dasarnya. “Kenapa kalian masih senang mendebatkan sesuatu yang telah menjadi takdir kita?” Timpal si panci yang nampaknya sudah bosan dengan topik yang tengah dibicarakan. “Apa kalian ingin bertingkah seperti manusia-manusia itu? Penuh drama, saling mencaci maki, bahkan s…