[Ulasan Buku] - Doctor Zhivago


Judul: Doctor Zhivago | Penerbit: Narasi | Penulis: Boris Pasternak
Penyunting: Yogaswara | Jumlah Hlm.: 144 hlm
Cetakan Pertama, 2007 | ISBN: 979-168-063-9


"Dunia telah kacau balau. Itu adalah bagian dari akibat peperangan, dan kemudian revolusi meneruskan sisanya. Tiba-tiba semua orang merasa bebas, bebas untuk menjadi diri mereka sendiri sebagai orang-orang baru." (Hlm. 54-55)

Doctor Zhivago, dikenal sebagai karya terbesar Boris Pasternak. Penulis kelahiran tahun 1890 ini dalam novelnya menceritakan kisah perjalanan hidup seorang dokter muda (Dr. Yuri Andreyevich Zhivago) dari semasa muda hingga ia menutup usia. 

Novel ini terdiri dari 14 bab, di mana pada masing-masing babnya menjelaskan tahun-tahun revolusi yang tengah terjadi di masanya. Sebagai contoh, bab kedua dan ketiga yang merupakan masa di mana sedang terjadi Russo-Japanese War, dan bab 9 hingga bab 12 yang merupakan masa Perang Saudara di Rusia.

Novel ini diawali pada tahun 1901, tahun di mana Yuri berusia sepuluh tahun. Di saat itu dia harus merasakan kesedihan dan kehilangan yang luar biasa dalam karena telah ditinggalkan ibunya meninggal. Setelah kepergian ibunya, Yuri kemudian meninggalkan Moskow bersama pamannya yang bernama Nikolay Nicolayevich Vedenyapin atau kerap dipanggilnya Paman Kolya. Bersama Paman Kolya inilah Yuri dapat belajar tentang politik dan seni, bahkan dia juga dapat menerima filsafat kristen sebagai jalan hidupnya.

Di bab kedua, yakni pada tahun 1903--diceritakan bahwa Yuri tengah menjalani masa-masa yang sangat menyenangkan bersama Paman Kolya, mereka melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga sampailah mereka di Duplyanka. Pada saat yang bersamaan diceritakan bagaimana Zhivago (ayah Yuri) memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari sebuah kereta api yang tengah ia tumpangi bersama pengacaranya yang sejauh ia tahu hanya mengambil keuntungan dari kegelisahan dan kekhawatiran yang ia alami. 
Masih di tahuhn yang sama akhirnya Yuri dikirim oleh Paman Kolya kembali ke Moskow untuk tinggal bersama beberapa saudara jauh mereka, yakni keluarga Gromeko.

Pada bab ketiga hingga kelima, diceritakan bagaimana Yuri tumbuh berkembang di lingkungan keluarga Gromeko. Ia menempuh pendidikan di bidang kedokteran, selama ini Yuri mendapatkan hidup yang baik dan penuh cinta dari keluarga Gromeko ataupun dari teman-temannya. Yuri mempunyai dua sahabat yang selalu mendampinginya, mereka adalah Tonya dan Misha. Tonya adalah gadis di keluarga Gromeko, dan sebelum ibunya meninggal karena pneunomia--dia telah dititipkan secara resmi kepada Yuri oleh ibunya, agar kedua anak muda ini nantinya dapat menikah dan saling melindungi dan mengasihi satu sama lain.
Bukanlah hal yang sulit bagi Yuri untuk menerima hal itu, karena menurutnya Tonya adalah gadis yang ia kenal dengan baik dan memang merupakan cinta sejatinya. Pernikahan mereka berjalan baik-baik saja hingga pada akhirnya Yuri bertemu dengan Lara.

Pertemuan kembali Yuri dengan Lara terjadi pada tahun 1917 (bab 8), saaat itu Yuri dalam masa penyembuhan di sebuah rumah sakit angkatan perang. Pada awalnya Yuri bersikap dingin dan kasar kepada Lara, namun seiring berjalannya waktu hubungan mereka membaik. Karena keadaan di sekitar mereka semakin memburuk akibat terjadinya revolusi Rusia, maka semua pasien dan karyawan rumah sakit tersebut dipindahkan ke kota kecil Melyuzeyevo. Yuri bersama Lara diberi tugas untuk melakukan semua jenis pekerjaan karena mereka dinilai cukup cakap jika dibandingkan dengan yang lainnya. Pada saat inilah hubungan Yuri dan Lara semakin dekat, dan pada waktu yang sama Tonya telah merasakan kehilangan yang dalam terhadap suaminya. 

Pada bab-bab selanjutnya digambarkan kondisi Moskow yang semakin tidak aman karena terjadi perang saudara--perang saudara ini terjadi antara dua kelompok, yakni pemerintahan Uni Soviet yang baru (dikenal dengan tentara merahnya) dan kelompok nasionalis Rusia (dengan tentara putih). Sebagai keterangan bahwa tentara merah didirikan oleh kaum Bolshevik pada tahun 1918, yang mana kelompok tentara ini nantinya akan menjadi angkatan bersenjata terbesar dari tahun 1940 hingga 1990.
Kelompok Bolshevik sendiri adalah fraksi pecahan dari partai sosial demokrat Rusia yang muncul untuk pertama kalinya pada konferensi di Brussel pada tahun 1903. Bolshevik sendiri terbagi menjadi dua kelompok, yakni Bolshevik (dipimpin oleh Lenin) yang merupakan fraksi mayoritas bergaris keras yang percaya bahwa perubahan harus dimenangkan dengan senjata dan Meshevik (dipimpin oleh Karensky) yang merupakan fraksi minoritas yang lebih moderat dan nantinya menjadi kelompok sosialis moderat, mereka percaya bahwa perubahan atau revolusi dapat dicapai dengan cara damai. Meskipun tujuan dari kedua fraksi ini adalah sama, yakni untuk menggulingkan pemerintahan Tsar, tetapi keduanya bergerak secara terpisah karena perbedaan ideologis. 

Pada bab 12 (tahun 1922), keadaan Moskow nampak lebih baik. Pada tahun tersebut diceritakan bagaimana Yuri kembali dekat dengan seorang wanita bernama Marina, yang merupakan gadis di keluarga Markel. Keluarga Markel telah menolong Yuri dan memberikan tempat tinggal untuknya. Dengan bantuan yang mereka berikan, hal ini membuat Yuri dan Marina dekat hingga pada akhirnya mereka menikah. 

Suatu pagi di bulan Agustus 1929, Yuri meninggal pada saat perjalanan menuju tempat kerja barunya. Pemakaman Yuri dikunjungi oleh arus orang berduyun-duyun, yang mengenal dirinya pada masa yang berbeda dalam hidupnya. 

Cerita ditutup pada sebuah musim panas di tahun 1943, berisi dialog antara Misha Gordon dan Dudorov yang mana keduanya adalah teman Yuri--menceritakan perjuangan Yevgraf (saudara sebapak Yuri) untuk mencari seorang anak perempuan bernama Tanya yang merupakan keponakannya--anak dari Yuri dan Lara.

---

Secara sederhana, novel ini lebih tepatnya menceritakan perjalanan cinta segi empat antara Yuri, Tonya, Lara, dan Pasha (teman kecil Lara yang akhirnya menikah dengan Lara). Dan dalam hal ini saya menaruh respect yang luar biasa besar kepada Tonya--istri Yuri, yang selalu mencintai Yuri bagaimanapun keadaan Yuri. Bahkan ketika Yuri telah mencintai wanita lain, Tonya tetap mendokan dan menjaga cintanya kepada Yuri. 

Sedangkan Yuri? Saya menyukai karakter Yuri lebih ke bagaimana ia menaruh perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan, Yuri mempunyai keterampilan menulis yang hebat di antara teman-temannya, dan tekadnya untuk terlibat dalam revolusi yang sedang terjadi di negaranya juga patut mendapatkan apresiasi. Tetapi, untuk sikap Yuri yang tidak bisa menjaga perasaan istrinya membuat saya harus mengurangi bintang atas karakternya ini. 

Dalam sebuah peperangan yang pada akhirnya dilanjutkan oleh revolusi, sebuah negara akan kehilangan banyak generasi terbaik mereka--dan dibalik kehilangan yang dialami sebuah negara, di luar sana juga terdapat banyak anak yang kehilangan ayah mereka, istri-istri yang kehilangan kekasih hidup mereka, dan seorang ibu yang kehilangan anak-anak mereka. Betapa peperangan telah menyebabkan kehilangan yang besar.

Novel yang saya miliki ini adalah versi rangkuman atau ringkasan dari novel aslinya, yang mana novel Doctor Zhivago pada mulanya memiliki ketebalan 592 halaman (penerbit Pantheon), tetapi hal ini tidak membuat berkurangnya esensi cerita yang ingin disampaikan oleh Pasternak. Dengan bahasa yang lugas dan tidak menampilkan banyak dialog antar tokoh, novel ini lebih mirip seperti buku saku daripada sebuah novel. Lewat 144 halaman, penerbit Narasi berhasil mengajak saya untuk mencari lebih banyak lagi informasi tentang sejarah Revolusi Rusia dan beberapa peristiwa terkait lainnya yang terjadi di masa itu. 

Dari sebuah kisah percintaan, yang pada akhirnya membawa saya kepada sebuah hal yang luar biasa besar dalam sejarah peradaban manusia.


-Primum Esse, tum Philosophari-


Komentar

Yang Sering Dikunjungi

[Resensi Film] - DILAN 1990 (2018), Panglima Tempur yang Tak Jadi Tempur

[Resensi Film] - Analisis Film A Beautiful Mind

[Resensi Film] - Sweet 20 (2017), Nostalgia Tembang Lawas

[Giveaway] - The Girl on Paper, bersama Penerbit Spring

[Resensi Film] - Kucumbu Tubuh Indahku (2019), Sebuah Potret Lengger Lanang